RRQ Hoshi Kokoh di Puncak, MPL ID S15 Memanas Jelang Pekan Ketiga

MPL ID Season 15 telah memasuki pekan kedua, dan persaingan antar tim semakin ketat sejak pertandingan pertama. RRQ Hoshi menunjukkan dominasinya dengan mencatat lima kemenangan tanpa kekalahan, menjadikannya pemuncak klasemen sementara dengan rasio kemenangan game 10-2. EVOS berada di posisi kedua dengan empat kemenangan dan satu kekalahan, sementara Alter Ego menempati peringkat ketiga dengan raihan empat kemenangan dari enam pertandingan.

Pekan kedua menghadirkan pertandingan seru, terutama bagi RRQ Hoshi yang berhasil mengamankan kemenangan penting atas Alter Ego dan Geek Fam dengan skor identik 2-1. Performa apik juga ditunjukkan ONIC yang mulai bangkit setelah meraih dua kemenangan beruntun dengan menaklukkan Dewa United 2-1 dan Bigetron Esports 2-0. Hasil tersebut membuat ONIC naik ke peringkat kelima dengan dua kemenangan dan tiga kekalahan.

Di sisi lain, Bigetron Esports yang sempat tampil menjanjikan harus puas berada di peringkat keempat dengan catatan tiga kemenangan dan tiga kekalahan. Team Liquid ID, Dewa United, dan Geek Fam memiliki poin yang sama, tetapi perbedaan jumlah kemenangan game membuat Geek Fam harus rela menempati posisi kedelapan. Sementara itu, NAVI masih belum menemukan performa terbaiknya setelah enam kekalahan berturut-turut, menjadikannya tim dengan performa terburuk sejauh ini.

Setelah jeda Lebaran, pertarungan di Land of Dawn akan kembali berlanjut pada Jumat, 18 April mendatang. Dengan persaingan yang semakin ketat, pekan ketiga diprediksi akan menyajikan duel-duel menarik dan kejutan yang tak terduga.

ESI Jember Raih Juara di Kejurprov E-Sports, Targetkan Prestasi Lebih Tinggi

Tim e-sports ESI Jember berhasil meraih juara pertama dalam kompetisi Free Fire (FF) pada ajang Kejurprov E-Sports 2023 yang berlangsung di Kota Kediri, Jawa Timur, pada 18-21 Juni 2023. Prestasi ini diraih oleh lima atlet berbakat, yaitu Muhammad Ikbal, A. Mufti Toha A. F, Yusril Isyrof Mahlayfi, Ahmad Rizaldi, dan atlet cadangan M. Faris Setiawan. Meski menghadapi kendala seperti suhu dingin di ruangan ber-AC yang sempat memengaruhi kondisi fisik, mereka tetap mampu menunjukkan performa terbaik hingga menjadi juara.

Ketua ESI Jember, Mohammad Nur Maulana Wahyu, menyebut bahwa perjuangan tim tidaklah mudah. Kondisi fisik yang menurun akibat suhu ruangan yang berbeda dari Jember sempat menjadi tantangan, tetapi dengan penanganan yang tepat seperti konsumsi vitamin, tim tetap mampu bertahan hingga laga final dan meraih kemenangan. Keberhasilan ini menjadi bukti kerja keras dan persiapan matang yang dilakukan oleh tim sejak tahap kualifikasi.

Melihat potensi besar dalam dunia e-sports, ESI Jember berencana untuk memperluas cakupan kompetisi dengan mempersiapkan atlet di berbagai cabang lainnya, seperti Mobile Legends, PUBG Mobile, e-Football 2023, dan League of Legends: Wild Rift. Selain itu, pencarian bakat baru akan terus dilakukan melalui sosialisasi ke sekolah-sekolah dan pemantauan kompetisi lokal. Dengan strategi pembinaan yang lebih matang, ESI Jember optimis dapat mempertahankan prestasi di ajang Piala Gubernur dan Porprov Jatim mendatang, serta mencetak atlet e-sports berbakat hingga ke tingkat nasional.

Rahasia Build Miya Paling Mematikan untuk Dominasi Land of Dawn

Sebagai salah satu marksman andalan di Mobile Legends, Miya memiliki potensi besar untuk menjadi damage dealer utama dalam tim. Dengan attack speed yang tinggi serta kemampuan multi-shot dari skill pertamanya, ia mampu memberikan tekanan besar kepada lawan. Ditambah dengan skill crowd control dari skill keduanya dan ultimate yang bisa digunakan untuk inisiasi atau melarikan diri, Miya sangat cocok bagi pemain yang ingin tampil agresif. Untuk memaksimalkan potensinya, pemilihan build item yang tepat sangat penting agar sang Moonlight Archer bisa bersinar di medan pertempuran.

Build pertama yang direkomendasikan untuk Miya mengutamakan attack speed dan critical damage agar lawan dapat dieliminasi dengan cepat. Kombinasi Swift Boots, Haas’ Claws, Windtalker, Berserker’s Fury, Malefic Roar, dan Wind of Nature bisa menjadi pilihan terbaik. Swift Boots membantu meningkatkan attack speed, sedangkan Haas’ Claws memberikan lifesteal besar untuk mempertahankan diri dalam pertempuran. Windtalker semakin mempercepat serangan, sementara Berserker’s Fury meningkatkan critical damage agar Miya semakin mematikan. Malefic Roar memberikan tambahan physical penetration untuk menembus armor lawan, dan Wind of Nature menjadi item defensif yang berguna menghadapi physical damage musuh.

Alternatif lainnya adalah Trinity Build, yang berfokus pada attack speed dengan kombinasi Tough Boots, Corrosion Scythe, Demon Hunter Sword, Golden Staff, Malefic Roar, dan Wind of Nature. Build ini memungkinkan Miya memberikan damage besar secara terus-menerus tanpa bergantung pada critical hit. Untuk battle spell, Inspire sangat cocok bagi pemain agresif, sementara Flicker bisa menjadi opsi aman untuk mobilitas tambahan. Emblem Marksman dengan kombinasi talent Swift dan Weapons Master akan semakin meningkatkan efektivitas Miya dalam pertempuran. Dengan build yang tepat, Miya bisa menjadi ancaman besar di Land of Dawn dan membawa tim menuju kemenangan.

Gatotkaca Bersinar di MPL ID S15, R7 Puji Performa EVOS

Gatotkaca kembali menjadi pusat perhatian dalam skena kompetitif Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) setelah EVOS KYY menampilkan permainan luar biasa dengan hero ini saat mengalahkan Geek Fam dengan skor 2-0. Penampilan impresif ini bahkan mendapat apresiasi dari legenda MLBB Indonesia, R7, yang mengakui kehebatan Gatotkaca dalam pertandingan tersebut.

Dalam laga kedua melawan Geek Fam, KYY menunjukkan betapa efektifnya Gatotkaca dalam mengendalikan tempo permainan. R7 menilai bahwa hero ini sangat fleksibel karena bisa dimainkan di lane EXP maupun sebagai roamer, tergantung pada kebutuhan tim. Keunggulan utama Gatotkaca terletak pada skill ultimate-nya, Avatar of the Guardian, yang dapat menghambat pergerakan lawan dan memaksa mereka bertarung dalam area sempit. Hal ini menjadikannya sangat efektif dalam menghadapi hero-hero inisiasi.

Namun, R7 juga mengingatkan bahwa Gatotkaca memiliki kelemahan, terutama saat menghadapi Hylos. Dengan ketahanan tinggi serta damage yang kuat, Hylos menjadi lawan yang sulit bagi Gatotkaca. Selain memuji hero tersebut, R7 juga menyoroti performa EVOS Legends di MPL ID Season 15. Dengan kemenangan atas Team Liquid ID dan Geek Fam di pekan pertama, R7 menilai bahwa EVOS kini kembali menunjukkan performa yang mengingatkan pada kejayaan mereka di Season 7. Menurutnya, EVOS tampil sangat solid dan terorganisir, menjadikan mereka ancaman besar bagi tim-tim kuat lainnya.

Dengan awal yang sangat menjanjikan ini, EVOS Legends semakin menunjukkan kesiapan mereka untuk menjadi penantang serius dalam perebutan gelar juara MPL ID Season 15.

Aboy Beberkan Alasan ONIC Belum Tampil 100 Persen

Tim esports ONIC Esports, yang dikenal dengan julukan “Landak Kuning,” menghadapi awal yang mengecewakan dalam musim reguler MPL Indonesia (ID) Season 15. Pada pekan pertama dan kedua, tim ini tercatat belum meraih kemenangan satu pun dan malah mengalami tiga kali kekalahan berturut-turut. Meskipun demikian, Aboy, pemain Mid Laner ONIC, menyatakan bahwa timnya belum menunjukkan performa terbaiknya.

Dalam sebuah wawancara usai pertandingan antara ONIC Esports dan Geek Fam pada Jumat (14/3) di MPL Arena, Jakarta Barat, Aboy mengungkapkan bahwa timnya belum sepenuhnya memberikan yang terbaik. “Mungkin (ONIC) belum roster utamanya saja sih. Jadi, pasti belum 100 persen all-in. Kayaknya di match tadi (ONIC vs Geek) mereka pasti bakal catch up,” ujar Aboy.

Pernyataan Aboy mengindikasikan bahwa meskipun hasil pertandingan kurang memuaskan, masih ada potensi besar dalam tim yang belum sepenuhnya terungkap. Menurutnya, lineup yang mereka turunkan saat ini bukanlah formasi utama, yang menyebabkan performa ONIC Esports belum optimal. Namun, Aboy yakin bahwa para pemain utama ONIC, seperti Kairi, akan segera beradaptasi dan kembali dalam performa terbaik mereka.

Sementara itu, Geek Fam, yang merupakan lawan mereka dalam pertandingan terbaru, justru merasakan kebahagiaan setelah meraih kemenangan pertama mereka di MPL ID S15. Setelah sebelumnya mengalami kekalahan 0-2 dari EVOS, Geek Fam berhasil menundukkan ONIC Esports dengan skor 2-1. Keberhasilan ini memberi mereka semangat baru, dan mereka kini fokus pada pertandingan mendatang melawan Bigetron Alpha yang dijadwalkan pada Minggu (16/3).

Bagi ONIC Esports, perjalanan mereka di MPL Indonesia S15 masih panjang, dan Aboy optimistis timnya akan segera bangkit dan memperbaiki performa mereka dalam pertandingan-pertandingan selanjutnya. Meski hasil awal tidak sesuai harapan, Landak Kuning masih memiliki banyak waktu untuk membuktikan diri sebagai salah satu tim yang patut diperhitungkan di turnamen ini.

Strategi Meta Magic Chess Go Go Terkuat dari Para Pro Player

Bagi pemain Magic Chess di Mobile Legends, memahami meta terbaru adalah kunci untuk meraih kemenangan di mode rank. Salah satu strategi yang tengah populer adalah Magic Chess Go Go, yang banyak digunakan oleh pro player seperti Jess No Limit, Oura, dan Setiawan Ade. Strategi ini tidak melibatkan Go Go Card sehingga lebih cocok bagi pemain yang sudah mencapai tier Grandmaster ke atas.

Jess No Limit dikenal dengan kombinasi sinergi yang beragam, salah satunya Vonetis Sea yang diperkuat oleh Gatotkaca, Minsitthar, dan Karrie. Ia juga menggabungkan sinergi lain seperti Inferno dan Moniyan Plains, dengan hero seperti Dyrroth, Ling, dan Melissa. Melissa menjadi hero damage tertinggi dengan item Golden Staff, Berserker’s Fury, dan Haas’s Claws, sementara Sun berperan sebagai tank dengan Immortality, Oracle, dan Winter Crown. Commander favorit yang sering ia gunakan adalah Fanny.

Oura lebih memilih strategi sederhana dengan mengandalkan Weapon Master, Swordsman, Moniyan Plains, Astro Power, dan Inferno. Susunan hero yang ia gunakan termasuk Karina, Ling, Leomord, dan Lancelot. Lancelot menjadi hero damage tertinggi dengan Haas’s Claws, War Axe, dan Blade of Despair, sedangkan Thamuz menjadi tank utama dengan Golden Staff, Haas’s Claws, dan War Axe. Commander yang sering ia gunakan adalah Eggie.

Setiawan Ade memiliki pendekatan berbeda dengan fokus pada dua sinergi utama, yaitu Dragon Altar dan Swordsman. Ia mengandalkan hero seperti Lancelot, Nolan, Sun, Karina, dan Ling. Ling menjadi hero dengan damage tertinggi berkat Blade of Despair, War Axe, dan Winter Crown, sementara Sun bertahan dengan Dominance Ice, Immortality, dan Oracle. Commander yang paling sering digunakan dalam strateginya adalah Chou.

Ketiga strategi ini bisa menjadi pilihan bagi pemain yang ingin menguasai Magic Chess Go Go. Jika menginginkan sinergi kompleks, strategi Jess No Limit bisa menjadi pilihan terbaik. Namun, jika ingin pendekatan yang lebih sederhana dan efektif, strategi dari Oura atau Setiawan Ade bisa menjadi alternatif yang solid untuk meraih kemenangan di Magic Chess.

Tazz Resmi ke Alter Ego, Sinyal Pensiun Semakin Kuat?

Nama Darrel “Tazz” Jovanco pernah bersinar sebagai salah satu jungler berbakat di skena kompetitif Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) Indonesia. Namun, dalam beberapa waktu terakhir, kariernya tampak meredup. Setelah sebelumnya menjadi pilar penting di EVOS Esports, kini keberadaannya di Alter Ego seolah tak lagi terdengar.

Terakhir kali Tazz tampil di MPL ID Season 13, saat ia direkrut dengan harga tinggi dari EVOS untuk memperkuat Alter Ego. Sayangnya, hasil yang diharapkan tak kunjung tiba. Performa tim saat itu mengecewakan, hingga mereka gagal menembus babak playoff. Situasi semakin sulit baginya ketika di MPL ID Season 14, ia harus rela posisinya diambil alih oleh Manuel “Nnael” Simbolon, yang membuatnya terdegradasi ke MDL bersama Alter Ego X.

Namun, turun kasta ke MDL pun tak mengembalikan sinarnya. 2024 menjadi tahun yang sulit bagi Tazz, di mana ia tak mampu memberikan dampak signifikan. Kini, memasuki musim kompetisi 2025, namanya bahkan tak masuk dalam daftar roster MPL maupun MDL Alter Ego. Hal ini tentu memunculkan banyak pertanyaan: ke mana sebenarnya Tazz? Apakah ia masih memiliki masa depan di pro scene MLBB?

Tazz Berencana Pensiun? Mengaku Lelah dan Enggan Bermain Lagi

Dalam beberapa bulan terakhir, Tazz lebih sering terlihat melakukan live streaming di kanal YouTube pribadinya. Meski masih bermain MLBB, ia juga menikmati berbagai game lain. Namun, yang mengejutkan, dalam salah satu sesi streaming, ia mengungkapkan perasaannya terkait masa depan sebagai pro player.

“Tazz, kamu pensiun atau rehat?”
“Saya sih maunya pensiun, capek. Good luck ya, Alter Ego,” jawabnya.

Ia menegaskan bahwa keputusannya untuk tidak bermain di musim ini benar-benar datang dari dirinya sendiri, bukan karena alasan eksternal.

“Saya yang memilih pensiun, saya tidak mau bermain lagi,” kata Tazz. “Kenapa saya tidak main musim ini? Karena saya memang tidak ingin.”

Tak hanya itu, Tazz mengungkap bahwa ia sudah berbicara dengan staf pelatih Alter Ego mengenai keputusannya. Ia bahkan menyatakan tidak ingin menghalangi para jungler muda yang berpotensi mendapat kesempatan di MPL.

“Saya tidak ke mana-mana, saya hanya mau fokus streaming. Saya lelah, sudah ‘makan hati’ di pro scene,” ujarnya.
“Saya juga sudah bilang ke pelatih, lebih baik gaji saya diberikan ke pemain baru yang lebih membutuhkan.”

Tidak Ada Ruang untuk Bangkit?

Tazz juga menyadari bahwa meskipun ia tampil luar biasa di MDL, tidak ada jaminan bahwa dirinya akan kembali ke MPL. Saat ditanya mengapa ia tidak mencoba mencari peluang di tim lain, termasuk Natus Vincere (NAVI), jawabannya cukup mengejutkan.

“Percuma, saya tidak akan naik ke MPL juga. Mau saya bantai-bantai di MDL, mau saya kembali ke performa terbaik pun, tetap tidak akan dipromosikan,” ungkapnya.
“Kenapa tidak coba trial di NAVI? Karena saya merasa sudah tidak ada tempat untuk membuktikan diri.”

Selain itu, harga transfernya yang cukup tinggi menjadi kendala lain.

“Apalagi harga saya mahal, siapa yang mau ambil risiko membeli saya?” tambahnya.

Minta Kontrak Dingin, Tapi Tak Dikabulkan

Salah satu pernyataan yang paling mengejutkan adalah Tazz justru meminta kontraknya dibekukan oleh Alter Ego, meski hal itu tidak diberlakukan oleh manajemen.

“Saya tidak terkena freeze contract. Justru saya sendiri yang meminta, tapi tidak tahu bagaimana kelanjutannya. Pemain juga bisa meminta untuk di-freeze,” pungkasnya.

Mendengar keputusan Tazz, beberapa rekan sesama pro player seperti Vaanstrong turut memberikan dukungan kepadanya.

Dengan keputusannya untuk meninggalkan pro scene musim ini, masa depan Tazz masih menjadi tanda tanya besar. Apakah ini benar-benar akhir dari kariernya sebagai pro player? Atau mungkin, suatu saat ia akan kembali dengan semangat baru dan membuktikan bahwa dirinya masih layak berada di panggung MPL?

Brusko Ingin Skylar Kembali Membela RRQ Hoshi

Perjalanan RRQ Hoshi di ESL Snapdragon Pro Series S6 Challenge Finals berakhir tragis pada Jumat (14/2), setelah mereka dikalahkan oleh ONIC Philippines dengan skor 2-1. Meskipun sempat memberikan perlawanan sengit dan berhasil meraih satu poin, RRQ Hoshi akhirnya harus gugur dan tersingkir bersama Bigetron Esports.

Kehilangan salah satu pemain kunci, Schevenko “Skylar” Tendean, yang selama ini mengisi posisi Gold Laner, ternyata memberi dampak signifikan terhadap kekuatan tim. Tanpa Skylar, meskipun Muhammad “Toyy” Rizky tampil impresif, RRQ Hoshi tak mampu menandingi kekuatan penuh dari ONIC Philippines yang dipimpin oleh Kelra.

Namun, di balik kekalahan itu, ada cerita menarik dari Borris “Brusko” Parro, roamer ONIC Philippines, yang memberikan pesan mendalam tentang ketidakhadiran Skylar dalam pertandingan tersebut. Dalam sesi wawancara pasca laga, Brusko mengungkapkan rasa kecewa karena tidak dapat melawan Skylar, yang selama ini merupakan rekan satu timnya di RRQ Hoshi pada MPL ID S13.

Brusko mengungkapkan bahwa ia merasa sedikit “kosong” tanpa hadirnya Skylar di lapangan. “(Perasaannya) biasa saja, tapi (saya) sedih juga karena tidak ada Skylar,” kata Brusko dengan nada penuh harap. Ia bahkan berharap agar Skylar kembali ke RRQ Hoshi dan bermain bersama tim tersebut di MPL. “Saya mau melawan Skylar di turnamen internasional,” tambahnya.

Pesan yang lebih dalam juga disampaikan Brusko, berharap bisa kembali bertemu dengan Skylar di MSC 2025 jika memungkinkan. “Skylar, semoga kamu bermain kembali di MPL! Terus (semoga) kita bisa bertemu kembali di MSC,” ucapnya penuh harap.

Pesan tersebut tentu saja memberikan harapan bagi banyak penggemar RRQ Hoshi dan fans Skylar. Apakah ini menjadi pertanda bahwa Skylar akan kembali ke RRQ Hoshi? Hanya waktu yang akan menjawab, namun satu hal yang pasti, Brusko berharap mereka bisa kembali berkolaborasi di MSC 2025. Untuk itu, kita harus menunggu perkembangan selanjutnya dengan penuh antusiasme!

EVOS Resmi Nonaktifkan Depezett, Age Ungkap Alasannya!

Kontroversi yang melibatkan pemain EVOS Esports, Muhammad Shihab alias Depezett, kembali menjadi sorotan. Usai mencuatnya laporan terbaru dari akun Instagram @hapsatzy, EVOS Esports akhirnya mengambil keputusan tegas: menonaktifkan sang pemain dari tim.

Dalam pernyataan resminya, EVOS menegaskan bahwa Depezett tidak lagi berhak tampil sebagai perwakilan tim dalam bentuk apa pun. “Mulai saat ini, Depezett kami nonaktifkan tanpa batas waktu. Dengan keputusan ini, ia tidak diperkenankan menggunakan nama EVOS Esports dalam kapasitas apa pun,” demikian pernyataan resmi dari tim Macan Putih.

Namun, keputusan ini justru memunculkan banyak spekulasi di kalangan penggemar. Beberapa menduga ada alasan lain di balik langkah EVOS selain kasus hukum yang menyeret Depezett. Menanggapi banyaknya pertanyaan, salah satu pemain EVOS yang masih aktif, Age, akhirnya buka suara untuk menjelaskan situasi sebenarnya.

Alasan EVOS Nonaktifkan Depezett, Age Buka Suara!

Dalam sebuah sesi live streaming yang kemudian diunggah oleh kanal YouTube BOLJUG, Age menjelaskan mengapa EVOS memilih menonaktifkan Depezett terlebih dahulu, alih-alih langsung mendepaknya dari tim.

Menurut Age, aturan di MPL ID mengharuskan setiap tim memiliki minimal enam pemain yang terdaftar pada minggu pertama kompetisi. “Kenapa Depezett tidak langsung dikeluarkan? Karena di minggu pertama MPL, setiap tim wajib memiliki minimal enam pemain aktif. Meskipun terkena sanksi, statusnya masih dihitung dalam daftar pemain tim,” jelas Age dalam siaran langsungnya.

Selain itu, Age juga menambahkan bahwa transfer pemain di minggu pertama MPL tidak diperbolehkan. Oleh karena itu, meskipun Depezett tengah terjerat masalah, namanya tetap dibutuhkan untuk memenuhi regulasi jumlah pemain yang ditetapkan oleh MPL.

“Kalau langsung di-kick, EVOS bisa terkena sanksi dan terancam tidak bisa bertanding di dua pertandingan pertama. Maka dari itu, Depezett tetap ada di roster minggu pertama, meskipun statusnya dinonaktifkan,” tambahnya.

Siapa Pengganti Depezett di MPL ID S15?

Dengan status Depezett yang kini tidak aktif, publik bertanya-tanya siapa yang akan mengisi posisi Mid Lane EVOS di pekan pertama MPL ID S15. Nama-nama seperti Branz dan Natco mencuat sebagai kandidat kuat, meskipun hingga kini belum ada pengumuman resmi dari pihak tim.

Keputusan EVOS menonaktifkan Depezett bukan hanya berimbas pada tim, tetapi juga berdampak pada jalannya kompetisi MPL ID S15 secara keseluruhan. Sementara itu, EVOS Esports masih terus mengevaluasi langkah selanjutnya, baik terkait masa depan Depezett maupun strategi tim ke depannya.

Bagaimana kelanjutan kasus ini? Akankah EVOS segera menemukan pengganti Depezett, atau ada kejutan lain yang menanti? Kita tunggu saja perkembangan selanjutnya!

Krisis di RRQ: Masalah Brusko Mulai Terungkap

Perjalanan karier Brusko dalam dunia kompetitif Mobile Legends tak pernah lepas dari sorotan. Setelah hengkang dari RRQ Hoshi, sosoknya semakin dikenal sebagai salah satu roamer terbaik di skena MPL PH. Namun, kesuksesan yang kini ia raih bersama ONIC PH tampaknya menjadi jawaban atas banyak pertanyaan yang mengemuka saat dirinya masih berada di RRQ.

Bergabung dengan ONIC PH, Brusko membuktikan kualitasnya dengan membawa tim tersebut menjuarai MPL PH dan M6. Tak hanya itu, performa luar biasa yang ia tunjukkan di setiap pertandingan semakin mempertegas posisinya sebagai salah satu roamer paling menonjol di Mobile Legends. Bersama ONIC PH, dia tak hanya mengembangkan chemistry dengan para pemain lainnya, tetapi juga tampil sempurna dalam menjalankan peran kunci tim.

Sebelum berkarier gemilang di ONIC PH, banyak orang yang bingung melihat performa Brusko di RRQ Hoshi. Saat masih membela tim tersebut, Brusko tak tampil terlalu mencolok bahkan sempat digantikan oleh Vynn. Banyak penggemar yang bertanya-tanya mengapa dia bisa tampil luar biasa di ONIC PH, namun tampak kurang maksimal saat di RRQ Hoshi.

Brusko akhirnya menjawab teka-teki tersebut dalam wawancara eksklusif saat ESL. Salah satu faktor yang dia sebutkan adalah perbedaan bahasa. Meski dikenal lancar berbahasa Indonesia, Brusko mengungkapkan bahwa kendala komunikasi menjadi masalah utama selama di RRQ.

“Masalah utama yang saya alami di RRQ adalah perbedaan bahasa. Saya tidak bisa berkomunikasi dengan beberapa orang, dan saya pikir hanya Skylar, Clay, dan Banana yang bisa mengerti bahasa Inggris dengan baik,” kata Brusko. Hal ini jelas menjadi tantangan besar bagi seorang roamer yang harus memiliki komunikasi yang sangat solid dengan rekan setimnya, terutama dalam permainan yang serba cepat seperti Mobile Legends.

Kini, masa lalu Brusko di RRQ Hoshi sudah menjadi kenangan. Dia telah menemukan rumah baru di ONIC PH, yang memberikan kesempatan baginya untuk berkembang lebih jauh. Keberhasilan yang telah diraihnya bersama ONIC PH tak hanya membuatnya dikenal sebagai roamer terbaik, tetapi juga memberikan inspirasi bagi banyak pemain muda yang ingin mengikuti jejaknya.

Seiring dengan prestasi gemilangnya, ONIC PH kini menjadi tim yang sulit untuk dikalahkan. Mereka adalah salah satu calon kuat juara di turnamen-turnamen internasional dan domestik. Brusko juga masih terus menunjukkan performa prima di turnamen ESL, yang semakin mengukuhkan posisinya di dunia kompetitif.

Kini, dengan RRQ Hoshi yang sudah menemukan roamer barunya, Idok, kita tinggal menunggu apakah akan ada kesempatan bagi Brusko untuk bertemu dengan tim lamanya di ESL. Semua itu bergantung pada apakah RRQ dapat lolos dari grup B atau tidak. Apapun yang terjadi, perjalanan karier Brusko yang kini sukses di ONIC PH tetap menjadi sorotan utama.