Gatotkaca Bersinar di MPL ID S15, R7 Puji Performa EVOS

Gatotkaca kembali menjadi pusat perhatian dalam skena kompetitif Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) setelah EVOS KYY menampilkan permainan luar biasa dengan hero ini saat mengalahkan Geek Fam dengan skor 2-0. Penampilan impresif ini bahkan mendapat apresiasi dari legenda MLBB Indonesia, R7, yang mengakui kehebatan Gatotkaca dalam pertandingan tersebut.

Dalam laga kedua melawan Geek Fam, KYY menunjukkan betapa efektifnya Gatotkaca dalam mengendalikan tempo permainan. R7 menilai bahwa hero ini sangat fleksibel karena bisa dimainkan di lane EXP maupun sebagai roamer, tergantung pada kebutuhan tim. Keunggulan utama Gatotkaca terletak pada skill ultimate-nya, Avatar of the Guardian, yang dapat menghambat pergerakan lawan dan memaksa mereka bertarung dalam area sempit. Hal ini menjadikannya sangat efektif dalam menghadapi hero-hero inisiasi.

Namun, R7 juga mengingatkan bahwa Gatotkaca memiliki kelemahan, terutama saat menghadapi Hylos. Dengan ketahanan tinggi serta damage yang kuat, Hylos menjadi lawan yang sulit bagi Gatotkaca. Selain memuji hero tersebut, R7 juga menyoroti performa EVOS Legends di MPL ID Season 15. Dengan kemenangan atas Team Liquid ID dan Geek Fam di pekan pertama, R7 menilai bahwa EVOS kini kembali menunjukkan performa yang mengingatkan pada kejayaan mereka di Season 7. Menurutnya, EVOS tampil sangat solid dan terorganisir, menjadikan mereka ancaman besar bagi tim-tim kuat lainnya.

Dengan awal yang sangat menjanjikan ini, EVOS Legends semakin menunjukkan kesiapan mereka untuk menjadi penantang serius dalam perebutan gelar juara MPL ID Season 15.

ONIC & EVOS Kehilangan Pilar! Marsha dan Donkey Resmi Farewell

Dua sosok veteran di skena kompetitif Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) Indonesia, Marsha dan Donkey, akhirnya resmi berpisah dari tim mereka masing-masing. Perjalanan panjang mereka di dunia esports kini memasuki babak baru dengan cerita yang berbeda.

Musim Transfer Pemain MPL Dimulai

Seiring dengan persiapan menyambut MPL Indonesia Season 15, berbagai tim mulai mengumumkan perombakan roster mereka. Transfer pemain, perpisahan, dan rekrutmen baru menjadi topik hangat di kalangan penggemar.

Di tengah gelombang perubahan ini, dua nama besar yang telah lama dikenal di industri MLBB, Marsha dan Donkey, akhirnya mendapat perpisahan resmi dari tim mereka.

Marsha Tinggalkan ONIC Esports

Kabar perpisahan pertama datang dari Marsha, yang kini lebih dikenal dengan nickname Stev. Meski sudah tidak aktif di skena kompetitif, ia mengejutkan banyak pihak ketika diumumkan bergabung dengan ONIC Esports pada MPL ID Season 14.

Namun, perjalanan Marsha bersama Landak Kuning hanya berlangsung satu musim. Pada Senin (3/3/2025), ONIC Esports secara resmi mengumumkan perpisahan mereka dengan sang pemain veteran.

Donkey Akhirnya Dapatkan Video Perpisahan dari EVOS

Di sisi lain, nama Donkey juga kembali menjadi perbincangan. Mantan pemain yang pernah membawa EVOS Legends menjuarai M1 World Championship ini sebenarnya telah lama meninggalkan dunia kompetitif.

Namun, yang menjadi sorotan adalah ia belum mendapatkan video farewell resmi dari EVOS Esports, berbeda dengan rekan-rekannya yang telah lebih dulu menerima penghormatan tersebut.

Akhirnya, pada Selasa (4/3/2025), EVOS merilis video perpisahan untuk Donkey melalui kanal YouTube resmi mereka. Hal ini menjadi momen spesial bagi para penggemar yang telah mengikuti perjalanan sang legenda sejak awal.

Antusiasme Menuju MPL Indonesia Season 15

Kepergian Marsha dan Donkey tentu menjadi momen emosional bagi komunitas MLBB Indonesia. Meski begitu, para penggemar kini semakin antusias menyambut MPL ID Season 15, yang dijadwalkan mulai pada 7 Maret 2025.

Dengan berbagai perubahan yang terjadi di roster tim-tim besar, MPL ID S15 dipastikan akan menjadi musim yang penuh kejutan. Akankah ada kejutan lain sebelum musim baru dimulai? Kita nantikan bersama!

Tazz Resmi ke Alter Ego, Sinyal Pensiun Semakin Kuat?

Nama Darrel “Tazz” Jovanco pernah bersinar sebagai salah satu jungler berbakat di skena kompetitif Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) Indonesia. Namun, dalam beberapa waktu terakhir, kariernya tampak meredup. Setelah sebelumnya menjadi pilar penting di EVOS Esports, kini keberadaannya di Alter Ego seolah tak lagi terdengar.

Terakhir kali Tazz tampil di MPL ID Season 13, saat ia direkrut dengan harga tinggi dari EVOS untuk memperkuat Alter Ego. Sayangnya, hasil yang diharapkan tak kunjung tiba. Performa tim saat itu mengecewakan, hingga mereka gagal menembus babak playoff. Situasi semakin sulit baginya ketika di MPL ID Season 14, ia harus rela posisinya diambil alih oleh Manuel “Nnael” Simbolon, yang membuatnya terdegradasi ke MDL bersama Alter Ego X.

Namun, turun kasta ke MDL pun tak mengembalikan sinarnya. 2024 menjadi tahun yang sulit bagi Tazz, di mana ia tak mampu memberikan dampak signifikan. Kini, memasuki musim kompetisi 2025, namanya bahkan tak masuk dalam daftar roster MPL maupun MDL Alter Ego. Hal ini tentu memunculkan banyak pertanyaan: ke mana sebenarnya Tazz? Apakah ia masih memiliki masa depan di pro scene MLBB?

Tazz Berencana Pensiun? Mengaku Lelah dan Enggan Bermain Lagi

Dalam beberapa bulan terakhir, Tazz lebih sering terlihat melakukan live streaming di kanal YouTube pribadinya. Meski masih bermain MLBB, ia juga menikmati berbagai game lain. Namun, yang mengejutkan, dalam salah satu sesi streaming, ia mengungkapkan perasaannya terkait masa depan sebagai pro player.

“Tazz, kamu pensiun atau rehat?”
“Saya sih maunya pensiun, capek. Good luck ya, Alter Ego,” jawabnya.

Ia menegaskan bahwa keputusannya untuk tidak bermain di musim ini benar-benar datang dari dirinya sendiri, bukan karena alasan eksternal.

“Saya yang memilih pensiun, saya tidak mau bermain lagi,” kata Tazz. “Kenapa saya tidak main musim ini? Karena saya memang tidak ingin.”

Tak hanya itu, Tazz mengungkap bahwa ia sudah berbicara dengan staf pelatih Alter Ego mengenai keputusannya. Ia bahkan menyatakan tidak ingin menghalangi para jungler muda yang berpotensi mendapat kesempatan di MPL.

“Saya tidak ke mana-mana, saya hanya mau fokus streaming. Saya lelah, sudah ‘makan hati’ di pro scene,” ujarnya.
“Saya juga sudah bilang ke pelatih, lebih baik gaji saya diberikan ke pemain baru yang lebih membutuhkan.”

Tidak Ada Ruang untuk Bangkit?

Tazz juga menyadari bahwa meskipun ia tampil luar biasa di MDL, tidak ada jaminan bahwa dirinya akan kembali ke MPL. Saat ditanya mengapa ia tidak mencoba mencari peluang di tim lain, termasuk Natus Vincere (NAVI), jawabannya cukup mengejutkan.

“Percuma, saya tidak akan naik ke MPL juga. Mau saya bantai-bantai di MDL, mau saya kembali ke performa terbaik pun, tetap tidak akan dipromosikan,” ungkapnya.
“Kenapa tidak coba trial di NAVI? Karena saya merasa sudah tidak ada tempat untuk membuktikan diri.”

Selain itu, harga transfernya yang cukup tinggi menjadi kendala lain.

“Apalagi harga saya mahal, siapa yang mau ambil risiko membeli saya?” tambahnya.

Minta Kontrak Dingin, Tapi Tak Dikabulkan

Salah satu pernyataan yang paling mengejutkan adalah Tazz justru meminta kontraknya dibekukan oleh Alter Ego, meski hal itu tidak diberlakukan oleh manajemen.

“Saya tidak terkena freeze contract. Justru saya sendiri yang meminta, tapi tidak tahu bagaimana kelanjutannya. Pemain juga bisa meminta untuk di-freeze,” pungkasnya.

Mendengar keputusan Tazz, beberapa rekan sesama pro player seperti Vaanstrong turut memberikan dukungan kepadanya.

Dengan keputusannya untuk meninggalkan pro scene musim ini, masa depan Tazz masih menjadi tanda tanya besar. Apakah ini benar-benar akhir dari kariernya sebagai pro player? Atau mungkin, suatu saat ia akan kembali dengan semangat baru dan membuktikan bahwa dirinya masih layak berada di panggung MPL?

MPL ID Masuk 3 Besar, Jadi Channel YouTube Gaming Paling Favorit di 2024

Popularitas esports Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) di Indonesia semakin tak terbendung. Hal ini dibuktikan dengan keberhasilan channel YouTube MPL ID yang berhasil masuk ke dalam tiga besar channel YouTube Gaming dengan jumlah jam tayang tertinggi di kuartal keempat (Q4) 2024.

Menurut laporan dari Streams Charts, channel MPL ID menempati peringkat ketiga dalam daftar channel yang paling banyak ditonton berdasarkan total jam streaming. Prestasi ini semakin mengukuhkan dominasi scene MLBB Indonesia di kancah esports global.

MPL ID Bersaing dengan Channel Global

Dalam daftar tersebut, MPL ID berada di antara empat channel gaming besar dari Brasil, yaitu Elite-Alex Tracer, Rodrigo-Race Fish, Okaazi Games, dan Celestial. Keberhasilan ini menandakan bahwa MPL ID bukan hanya menjadi tontonan utama di Indonesia, tetapi juga memiliki daya tarik bagi penonton internasional.

Prestasi ini juga tidak lepas dari berbagai turnamen besar yang digelar pada akhir 2024, seperti MPL ID Season 14 dan M6 World Championship, yang berhasil menarik jutaan penonton dan memecahkan rekor streaming.

Esports MLBB Indonesia Jadi yang Terbesar di Dunia

Dominasi MPL ID dalam dunia esports MLBB juga diakui oleh Iarfhlaith Dempsey, seorang analis di Streams Charts.

“Ekosistem esports MLBB di Indonesia (MPL ID) adalah yang terbesar di dunia,” ujar Dempsey dalam laporannya.

Ia menambahkan bahwa tingginya jumlah penonton pada regular season MPL ID menjadi faktor utama yang berkontribusi terhadap jumlah jam tayang yang sangat besar di YouTube Gaming.

Sementara itu, Nazar Babenko, Product Manager di Streams Charts, juga mengungkapkan bahwa peran channel regional semakin kuat dalam industri live streaming.

“Kuartal keempat 2024 menandai perubahan penting di dunia live streaming, di mana channel regional dan event esports besar mulai menjadi faktor utama dalam menentukan arah industri ini,” jelas Babenko.

MPL ID S15 Berpotensi Pecahkan Rekor Baru

Dengan akan dimulainya MPL ID Season 15, antusiasme penggemar diprediksi akan semakin meningkat. Kehadiran tim-tim global seperti NAVI (Natus Vincere) juga menjadi daya tarik tersendiri yang berpotensi mendongkrak angka penonton.

Melihat tren yang ada, bukan tidak mungkin MPL ID kembali mencetak rekor baru seperti yang terjadi di MPL ID S14. Jika tren ini berlanjut, MPL ID berpeluang menjadi channel YouTube Gaming nomor satu di dunia dalam waktu dekat.